Sebagai salah satu ormas Islam besar, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memiliki banyak tokoh yang berperan penting dalam perkembangan dakwah, pendidikan, dan pembinaan masyarakat.
Tokoh-tokoh ini tidak hanya berpengaruh di lingkup internal LDII, tetapi juga di tingkat nasional — baik di bidang agama, sosial, maupun pembangunan bangsa.
Artikel ini akan mengulas berbagai tokoh LDII yang berpengaruh di Indonesia, peran mereka dalam membangun organisasi, serta kontribusinya terhadap masyarakat luas.
1. Sejarah Singkat LDII dan Pentingnya Peran Tokoh
Sebelum mengenal tokoh-tokohnya, kita perlu memahami konteks sejarah LDII di Indonesia.
LDII berdiri secara resmi pada 3 Januari 1990, hasil perubahan nama dari Lemkari (Lembaga Karyawan Islam) yang telah berdiri sejak tahun 1972.
Perubahan ini menandai transformasi besar dalam organisasi, dari lembaga karyawan menjadi lembaga dakwah nasional.
Sejak itu, berbagai tokoh LDII muncul dan memberikan sumbangsih besar dalam bidang dakwah Islam, pendidikan moral, lingkungan, hingga pembangunan nasional.
2. KH Abdullah Syam – Ketua Umum DPP LDII (2005–2021)
Salah satu tokoh LDII yang paling berpengaruh di Indonesia adalah KH Abdullah Syam.
Beliau menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LDII (DPP LDII) selama beberapa periode, dari tahun 2005 hingga 2021.
Di masa kepemimpinannya, LDII berkembang pesat menjadi organisasi modern dengan sistem administrasi yang tertib dan visi dakwah yang luas.
Abdullah Syam dikenal sebagai tokoh yang bijaksana, moderat, dan terbuka terhadap dialog antarormas Islam.
Di bawah arahannya, LDII menjalin hubungan baik dengan MUI, Kementerian Agama, dan organisasi Islam lainnya.
Beliau juga menekankan pentingnya dakwah bil hal, yaitu berdakwah melalui tindakan nyata seperti kegiatan sosial, pendidikan, dan lingkungan.
3. KH Chriswanto Santoso – Ketua Umum DPP LDII Saat Ini
Tokoh penting berikutnya adalah KH Chriswanto Santoso, M.Sc, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum DPP LDII.
Di bawah kepemimpinannya, LDII semakin aktif dalam program nasional seperti moderasi beragama, ketahanan pangan, digitalisasi dakwah, dan pembinaan generasi muda.
KH Chriswanto Santoso dikenal sebagai tokoh yang visioner dan adaptif terhadap zaman.
Beliau menekankan pentingnya LDII untuk berperan positif di era digital dan berkolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat luas.
Program-program seperti Generus LDII (Generasi Penerus LDII) dan Go Green LDII diperkuat di masa kepemimpinannya.
Selain itu, LDII juga aktif menginisiasi dialog lintas agama dan kerja sama internasional.
4. KH Sunarto, M.M. – Dewan Penasehat DPP LDII
Tokoh LDII lainnya yang berpengaruh adalah KH Sunarto, M.M., salah satu anggota Dewan Penasehat DPP LDII.
Beliau dikenal luas karena dedikasinya dalam membina kader dan dai LDII di seluruh Indonesia.
KH Sunarto berperan penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dalam tubuh LDII, yakni berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadis sahih, tanpa menambah atau mengurangi dasar syariat.
Beliau juga aktif dalam memberikan ceramah, pelatihan, dan arahan strategis untuk para pengurus daerah agar dakwah LDII tetap konsisten dan menyejukkan.
5. Para Pendiri dan Ulama Awal LDII
Selain tokoh-tokoh kontemporer, LDII juga memiliki para pendiri dan ulama awal yang meletakkan dasar kuat bagi arah dakwah organisasi ini.
Di antaranya adalah H. Nur Hasan Al Ubaidah Lubis, seorang tokoh yang dikenal sebagai perintis dakwah Lemkari, cikal bakal LDII.
Beliau dikenal dengan keteguhan prinsipnya dalam menegakkan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, serta menekankan pentingnya akhlakul karimah dan persaudaraan umat Islam.
Warisan ajaran beliau hingga kini tetap dipegang teguh oleh warga LDII, terutama dalam hal kesederhanaan hidup, semangat belajar agama, dan loyalitas terhadap kebenaran.
6. Tokoh Muda LDII dan Gerakan Generus
Selain para ulama dan pimpinan pusat, LDII Indonesia juga melahirkan banyak tokoh muda potensial melalui program Generus (Generasi Penerus LDII).
Program ini membina pemuda agar memiliki tiga karakter utama:
- Alim fakih (berilmu agama),
- Berakhlakul karimah, dan
- Mandiri secara ekonomi.
Tokoh-tokoh muda LDII kini banyak berkiprah di berbagai bidang, seperti pendidikan, teknologi, dan sosial kemasyarakatan.
Mereka membawa semangat baru bagi LDII agar tetap relevan dengan zaman tanpa kehilangan jati diri Islam.
Beberapa di antaranya aktif sebagai pengusaha muda, dosen, dan relawan sosial, menunjukkan bahwa LDII bukan hanya soal dakwah, tapi juga pemberdayaan masyarakat.
7. Peran Tokoh LDII dalam Membangun Hubungan dengan Pemerintah dan MUI
Tokoh-tokoh LDII di Indonesia berperan besar dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Mereka aktif dalam berbagai forum nasional seperti Rakornas Ormas Islam, Kongres Umat Islam Indonesia, dan Dialog Moderasi Beragama.
Hubungan baik ini berhasil menghapus banyak stigma lama tentang LDII yang dulu sempat disalahpahami masyarakat.
Para tokoh LDII berupaya menunjukkan bahwa LDII adalah bagian dari umat Islam yang berpegang pada Ahlus Sunnah wal Jamaah, serta mendukung keutuhan NKRI.
8. Kiprah Tokoh LDII dalam Bidang Sosial dan Lingkungan
Tokoh-tokoh LDII juga dikenal karena kepeduliannya terhadap lingkungan dan kemanusiaan.
Salah satu gerakan yang diprakarsai oleh para tokoh LDII adalah program “LDII Go Green” yang menanam jutaan pohon di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, LDII juga aktif dalam program donor darah, bantuan bencana, dan pelestarian sumber daya alam.
Tokoh-tokoh LDII berkeyakinan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang.
9. Tokoh LDII dan Kolaborasi Lintas Agama
Beberapa tokoh LDII di Indonesia juga dikenal berperan aktif dalam dialog antaragama dan toleransi sosial.
Mereka sering diundang dalam forum lintas iman, untuk berbagi pandangan tentang Islam yang damai dan moderat.
LDII meyakini bahwa Indonesia yang majemuk hanya bisa maju jika seluruh umat beragama hidup rukun dan saling menghormati.
Tokoh-tokoh LDII menjadi jembatan penting dalam membangun semangat toleransi tersebut.
Dari pembahasan di atas, jelas bahwa tokoh-tokoh LDII di Indonesia memiliki peran besar dalam perjalanan organisasi dan kehidupan berbangsa.
Mulai dari ulama perintis hingga generasi muda saat ini, semuanya memiliki kontribusi nyata dalam membumikan ajaran Islam yang damai, berilmu, dan berakhlak.
Tokoh seperti KH Abdullah Syam, KH Chriswanto Santoso, dan KH Sunarto menjadi simbol kepemimpinan LDII yang bijak, terbuka, dan konsisten menebar manfaat bagi umat.
Sementara itu, generasi muda LDII terus membawa semangat pembaruan dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui teladan para tokoh ini, Lembaga Dakwah Islam Indonesia bukan hanya menjadi ormas Islam yang solid, tetapi juga kekuatan moral yang ikut membangun Indonesia menuju masa depan yang religius, harmonis, dan sejahtera.